Senin, 20 Oktober 2014

MEMERIKSAKAN DIRI UNTUK DETEKSI HIV


Tes deteksi HIV sebaiknya dilakukan oleh tiap orang yang mencurigai dirinya tertular HIV tanpa menunggu kemunculan gejala-gejala tertentu.
Agar dapat mendeteksi HIV dengan tepat, tes deteksi HIV perlu dilakukan pada waktu yang tepat. Umumnya, virus HIV baru akan terdeteksi dalam tubuh empat minggu setelah terjadi pajanan terhadap virus ini.
?????????????
Banyak orang masih merasa enggan untuk melakukan tes HIV karena stigma yang ada terhadap penyakit ini. Padahal, makin cepat terdeteksi dan ditangani, maka makin efektif hasil pengobatan HIV. Selain itu, dengan mengetahui status HIV, penderitanya dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus ini.

Siapa yang Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Sebagian pengidap tidak menyangka bahwa virus HIV telah bersarang dalam tubuh mereka karena tidak merasakan gejala apa-apa. Ibu hamil juga disarankan untuk memeriksakan diri dengan tes HIV, sehingga yang terdeteksi positif dapat menjalani pengobatan sedini mungkin dan mengurangi risiko penyebaran virus kepada bayinya.
Berikut ini adalah kelompok orang yang dikategorikan berisiko mengidap HIV.
  • Mengidap TB, hepatitis atau penyakit menular seksual seperti herpes, sifilis, klamidia, trikomoniasis, atau gonore.
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman seperti kondom dengan orang yang latar belakang seksualnya tidak diketahui dengan pasti.
  • Berhubungan seksual dengan pengguna narkoba.
  • Pernah menyuntikkan obat-obatan atau berbagi alat suntik dengan orang lain.
  • Memiliki ibu yang mengidap HIV.
  • Hamil di luar rencana.
  • Pernah menerima transfusi darah yang kesterilannya diragukan.

Bagaimana Cara Mengakses Tes Deteksi HIV?

Tidak semua rumah sakit atau lembaga memberikan layanan tes HIV. Anda dapat mengakses daftar rumah sakit atau lembaga HIV yang menyediakan layanan HIVterdekat. Paket tes umumnya dapat terdiri dari: deteksi infeksi menular seksual (IMS), konseling sebelum tes HIV, tes HIV, dan konseling setelah tes HIV. Beberapa lembaga memberikan seluruh jenis pelayanan di atas, sementara yang lain hanya memberikan satu atau dua kelas saja. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu agar mendapat layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Terdapat beberapa jenis tes untuk mendeteksi HIV, antara lain:
  • Tes standar: pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi HIV. Dalam waktu 1-6 bulan setelah HIV masuk ke tubuh, tubuh akan memproduksi antibodi sebagai respons terhadap infeksi ini. Oleh karena itu tes ini sebaiknya dilakukan 1 bulan setelah kira-kira terjadi pajanan terhadap virus HIV.
  • Tes antibodi cepat: umumnya tes ini merupakan pemeriksaan darah untuk menemukan antibodi HIV dalam darah dan kadang-kadang juga pada air liur. Tes juga hanya akan memberikan hasil yang akurat sebulan setelah terjadinya pajanan terhadap virus HIV.
  • Tes antigen HIV: tes darah ini dapat mendeteksi HIV sekitar 20 hari lebih cepat daripada tes standar. Pemeriksaan dilakukan terhadap antigen HIV, bagian dari virus yang muncul 14-28 hari setelah infeksi.
Jika hasil tes Anda negatif, Anda dapat terus melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan tidak berbagi alat pribadi seperti jarum suntik. Jika hasil tes Anda positif, Anda dapat segera berkonsultasi untuk mendapatkan terapi yang tepat.  Makin cepat HIV terdeteksi, maka makin panjang usia harapan hidup yang dapat diupayakan.

MENJAGA DAPUR BEBAS BAKTERI


Tempat cuci piring di dapur Anda mengandung bakteri 100.000 kali lebih banyak dibandingkan jumlah bakteri di kamar mandi.
Dalam sehari, sebuah bakteri dapat berlipat ganda hingga 8 juta sel. Jika tidak dibersihkan secara teratur, dapur yang menjadi tempat menyiapkan makanan untuk keluarga dapat menjadi sarang perkembangbiakan bakteri.
Menjaga Dapur Bebas Bakteri-Alodokter
Langkah berikut ini dapat menjadi panduan dalam menjaga dapur dari bakteri penyebab penyakit.
Ganti spons secara teratur
Spons yang Anda gunakan tiap hari untuk mencuci perangkat makan dan alat masak mengandung ribuan bakteri, termasuk E. coli dan salmonella. Benda ini sulit dibersihkan, sehingga lebih baik ganti dengan spons yang baru secara rutin. Ini juga berlaku untuk lap pencuci piring, pengering tangan, dan celemek yang sebaiknya dicuci setidaknya seminggu sekali.
Papan pemotong yang berbeda
Jika memungkinkan, gunakan papan pemotong yang berbeda untuk daging hewan, sayur, dan makanan laut. Sebisa mungkin cuci benda ini dan perangkat masak lainnya dengan air hangat dan sabun pencuci piring. Hal ini dikarenakan sebuah papan pemotong mengandung bakteri tiga kali lebih banyak dibandingkan jumlah bakteri yang terdapat pada permukaan tempat duduk toilet.
Mengolah daging hingga matang
Selalu masak daging hingga mencapai 70°C. Pastikan tidak ada daging berwarna merah muda yang tersisa. Lebih dari setengah ayam mentah mengandung baktericampylobacter yang dapat menyebabkan diare dan muntah parah.
Mendinginkan makanan
Menempatkan makanan yang masih bersuhu panas langsung ke dalam lemari es dapat membuatnya menjadi tempat bakteri berkembangbiak. Dinginkan makanan sejenak hingga mencapai suhu ruang sebelum dimasukkan ke lemari pendingin.
Cuci tangan secara teratur
Tangan adalah sumber utama persebaran bakteri. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah menyentuh bahan mentah di dapur dapat mengurangi risiko penyebaran bakteri penyebab penyakit. Sebisa mungkin cuci tanganlah menggunakan air hangat dan sabun.
Bersihkan dapur tiap hari
Bereskan semua perangkat masak dan piring kotor setelah selesai makan. Hal-hal berikut ini patut menjadi perhatian saat membersihkan dapur.
    • Semprot seluruh permukaan meja dapur, tempat cuci piring, dan kran air dengan cairan desinfektan. Produk ini umumnya telah diformulasi untuk membunuh bakteri sekaligus aman untuk digunakan di tempat pengolahan makanan. Biarkan hingga 10 menit, kemudian seka dengan lap bersih.
    • Buang sisa makanan yang sudah berusia lebih dari dua hari, sayuran yang sudah layu, dan produk yang melampaui tanggal kedaluarsa dari dalam lemari pendingin dan lemari dapur.
    • Buang sampah tiap hari dan bersihkan bagian dasar dalam tempat sampah sebelum digunakan kembali.
    • Simpan alat masak yang sangat jarang digunakan pada tempat yang terpisah dan buang yang sudah rusak. Jaga agar dapur Anda senantiasa rapi.
    • Tempatkan daging mentah dalam kulkas pada area pendingin yang tertutup. Pastikan temperatur lemari pendingin tidak lebih dari 5°C untuk menjaga kualitas makanan.
Kebersihan dapur, tempat yang sering disebut sebagai jantung rumah, sangat penting agar kesehatan makanan yang disantap keluarga tetap terjaga. Menunda membersihkan dapur berarti membiarkan bakteri berkembang biak dan menjadikannya pemicu penyakit.

SAAT ANAK TERKENA DEMAM BERDARAH DENGUE


Demam berdarah dengue (DBD) adalah salah satu penyebab kematian anak disebagian negara Asia, termasuk Indonesia.
Hindari mengabaikan demam pada anak. DBD dapat merenggut nyawanya dalam hitungan hari.
Saat Anak Terkena Demam Berdarah Dengue-Alodokter

Gejala DBD pada Anak

Anak yang mengalami kasus ringan DBD umumnya tidak merasakan gejala apapun. Namun pada kasus yang lebih berat, anak dapat mengalami gejala yang umumnya berupa:
  • Demam.
  • Nyeri di bagian belakang mata.
  • Nyeri pada tulang, otot, dan sendi.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah.
Selain itu, anak dapat mengalami bintik-bintik merah pada beberapa bagian tubuh. Pada kondisi yang lebih jarang, dapat terjadi pendarahan ringan dari gusi dan hidung. Gejala ini umumnya terjadi pada 4 hingga 10 hari setelah anak tergigit nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Umumnya gejala di atas akan sembuh dalam waktu kurang lebih sepekan.
Namun pada situasi tertentu, gejala dapat memburuk dan mengancam nyawa akibat kebocoran pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit. Situasi ini membawa risiko pendarahan dalam, gangguan pada paru-paru, ginjal, dan jantung serta sakit parah pada bagian perut.

Bagaimana Penanganan yang Tepat?

Segera bawa ke dokter jika anak Anda mengalami beberapa gejala di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan diagnosis.
Meski tidak ada penanganan khusus untuk DBD, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala dan membantu kekebalan tubuh dalam melawan virus ini:
  • Pastikan dia mengonsumsi parasetamol jika diresepkan dokter untuk menurunkan demam. Dapat dibantu dengan meletakkan kompres pada dahi.
  • Pastikan anak mendapat cukup istirahat.
  • Berikan banyak cairan pada anak untuk mencegah dehidrasi.
  • Berikan makanan bernutrisi.
  • Hindari memberikan obat pereda rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen karena dapat memengaruhi kadar trombosit dalam darah dan meningkatkan risiko pendarahan.
  • Hindarkan anak dari gigitan nyamuk untuk mencegah penularan virus.
Tidak jarang anak yang terkena DBD harus dirawat di rumah sakit. Sebagai langkah menggantikan cairan yang hilang karena diare, muntah atau kehilangan nafsu makan, dokter akan memberikan cairan melalui infus. Pada kasus anak yang kehilangan banyak darah, perlu dilakukan transfusi darah.
Sayangnya belum ada vaksin untuk DBD. Untuk mencegah anak tidak mengalami DBD, Anda dapat menerapkan cara-cara mencegah demam berdarah.

MENGANTISIPASI INFEKSI PADA MASA KEHAMILAN


Masa kehamilan adalah saat-saat yang rentan baik bagi ibu hamil maupun bagijaninnya. Banyak penyesuaian yang perlu dilakukan agar ibu hamil bisa melewati masa kehamilannya dengan baik dan melahirkan bayi yang sehat. Salah satunya adalah memastikan tubuh bebas dari infeksi dan penyakit yang dapat membahayakan janin.
Bagi sebagian wanita, kadang-kadang kehamilan dapat membuat tubuh mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Bukan hanya itu, kondisi tubuh mereka saat hamil juga cenderung memicu infeksi yang mereka derita menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani. Berikut ini adalah beberapa infeksi umum yang dapat menyerang wanita pada masa kehamilan.
mengantisipasi infeksi pada masa kehamilan - Alodokter

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. ISK dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ISK bawah dan atas.ISK bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat. Sedangkan ISK atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.
ISK umum terjadi selama masa kehamilan, hal ini terjadi karena hormon kehamilan menimbulkan perubahan pada saluran kemih dan membuat Anda lebih rentan untuk terkena infeksi. Jika tidak segera diatasi, infeksi ini dapat menimbulkan infeksi pada ginjal dan berakhir dengan kelahiran prematur.

Vaginosis Bakteri

Bacterial Vaginosis (BV) atau vaginosis bakteri terjadi karena terganggunya keseimbangan bakteri di vagina. Meski tidak menimbulkan rasa sakit maupun gatal, BV menyebabkan keputihan dan aroma vagina yang tidak sedap bagi penderitanya.
BV umumnya tidak berbahaya, namun jika dialami oleh wanita yang sedang hamil, infeksi ini berisiko kecil menimbulkan komplikasi pada kehamilan, seperti keguguran atau kelahiran prematur. Bagaimanapun jika vagina mengeluarkan cairan dalam jumlah banyak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan Anda.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur vaginitis muncul ketika kondisi alami vagina terganggu oleh faktor internal atau eksternal sehingga memicu pertumbuhan jamur mikroskopis secara berlebihan. Infeksi jamur sering terjadi pada wanita hamil karena adanya perubahan hormon yang berdampak pada kondisi vagina. Wanita yang terkena infeksi jamur biasanya mengalami keputihan serta gatal-gatal.

Toksoplasma

Infeksi toksoplasma ditularkan dari kotoran hewan peliharaan, terutama kucing. Kebanyakan wanita sudah memiliki virus tokso di dalam dirinya sebelum kehamilan dan karenanya telah membangun antibodi untuk melawan virus tersebut. Tapi ada beberapa yang belum mempunyai kekebalan tubuh terhadap virus ini. Infeksi toksoplasma saat hamil berpotensi menyebabkan kebutaan dan kerusakan pada otak bayi. Oleh karena itu, hindari penanganan kotoran hewan saat hamil dan selalu pastikan makanan yang Anda makan telah dimasak sampai matang.

Infeksi Streptokokus Grup B

Tiga dari sepuluh orang memiliki bakteri streptokokus Grup B (SGB) di dalam tubuhnya. Secara umum, bakteri ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit, demikian juga pada masa kehamilan. Walau begitu, pada beberapa kehamilan, SGB dapat menyebabkan infeksi pada bayi sebelum atau pada saat persalinan berlangsung.
Jika di kehamilan sebelumnya bayi Anda terinfeksi SGB, konsumsilah antibiotik untuk mencegah janin Anda yang sekarang terinfeksi. Jika Anda menderita infeksi kandung kemih dengan SGB, antibiotik juga perlu diberikan saat persalinan.
Bayi Anda juga berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi SGB jika Anda mengalami demam selama proses bersalin, melahirkan secara prematur, atau air ketuban pecah sebelum waktunya.

MENGUSIR BAU BADAN


Bromhidrosis atau bau badan (BB) disebabkan oleh mulai aktif dan meningkatnya kadar hormon androgen ketika manusia memasuki masa pubertas.
Bau badan timbul ketika bakteri yang berada di tubuh bertemu dengan keringat yang pada dasarnya tidak mempunyai bau. Bakteri berkembang biak dengan keringat sebagai medianya. Bau muncul sebagai hasil dari pemecahan protein keratin oleh bakteri pada permukaan kulit Anda.
Mengusir Bau Badan, Alodokter

Siapa Sajakah yang Berisiko Mengidap Bau Badan?

Bau badan terjadi pada siapa pun yang sudah memasuki masa pubertas. Beberapa kelompok orang berikut ini lebih berisiko mengalami bau badan, antara lain:
  • Orang yang berkeringat berlebihan atau kurang menjaga kebersihan sehingga pada kulitnya terdapat banyak bakteri.
  • Laki-laki lebih berisiko berbau badan karena laki-laki lebih banyak berkeringat dibanding wanita.
  • Orang yang mengonsumsi makanan tertentu atau pedas, yang menimbulkan aroma seperti kari atau bawang.
  • Orang yang sedang mengidap penyakit tertentu seperti diabetes dan gagal ginjal.
  • Orang dengan berat badan berlebihan atau obesitas.
  • Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antidepresan.

Bagaimana Memerangi Bau Badan?

Menjaga kebersihan tubuh
    • Mandi setidaknya dua kali sehari, yaitu pagi dan sore untuk mengurangi perkembangan bakteri pada tubuh. Beri perhatian khusus kepada lipatan kulit tertentu seperti di bawah lengan/ketiak.
    • Gunakan sabun berlabel “antibakteri”.
    • Bakteri sulit untuk berkembang pada kulit yang kering merata. Karenanya penting untuk mengeringkan seluruh tubuh setelah mandi dengan handuk atau setelah berkeringat berlebihan, terutama pada bagian ketiak.
    • Setelah mandi, oleskan deodoran atau antiperspiran pada ketiak. Keduanya dapat dibeli secara bebas di pasaran. Antiperspiran mengandung senyawa berbasis aluminium yang dapat menghadang pori-pori keringat. Sementara deodoran sendiri tidak mencegah keringat, melainkan menghadang bau yang timbul akibat bakteri dengan kandungan parfumnya.
    • Selain setelah mandi, ada baiknya mengoleskan antiperspiran di malam hari sebelum tidur juga untuk mendapatkan hasil maksimal.
    • Ganti pakaian dan kaos kaki Anda setelah digunakan.
    • Kenakan pakaian yang tepat untuk aktivitas berbeda. Gunakan pakaian dengan bahan yang menyerap keringat seperti katun jika Anda banyak beraktivitas di luar ruangan.
    • Mencukur bulu ketiak secara teratur dapat mengurangi risiko bau badan dan keringat berlebihan.
Perhatikan makanan yang Anda konsumsi
Mengonsumsi makanan pedas dapat membuat Anda berkeringat berlebihan. Sementara makanan yang mengandung lemak dan berminyak, serta berbau menyengat seperti bawang putih dan bawang bombai, dapat menyebabkan bau badan.

Menangani Kondisi Medis Keringat Berlebihan

Kondisi saat seseorang memproduksi keringat berlebihan dikenal dengan hiperhidrosis. Kondisi ini secara otomatis juga menyebabkan bau badan tidak sedap. Jika antiperspiran dan langkah-langkah di atas tidak cukup, dua hal berikut ini umumnya dapat digunakan untuk menangani kondisi hiperhidrosis:
  • Botulinum toxin. Botox dapat disuntikkan ke bagian tertentu tubuh yang banyak mengeluarkan keringat seperti telapak tangan, ketiak, kaki, atau wajah. Prosedur ini memakan waktu sekitar 40 menit dan dapat bertahan hingga delapan bulan. Pastikan proses pengerjaannya dilakukan oleh seorang spesialis.
  • Operasi. Dilakukan dengan mengambil sedikit bagian dari ketiak dan jaringan kulit di bawahnya untuk meredam kelebihan produksi keringat. Selain itu dapat dilakukan endoscopic thoracic sympathectomy (ETS) untuk melumpuhkan saraf yang mengontrol produksi keringat.

PENGERTIAN KOLESTEROL TINGGI

Kolesterol adalah zat yang fungsinya sangat penting bagi tubuh. Sebenarnya zat ini merupakan zat lemak yang dikenal sebagai lipid.  Produsen utama zat ini adalah hati, namun lipid juga bisa berasal dari makanan. Kadar lipid yang terlalu tinggi, disebut dengan hiperlipidemia, dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Meski kolesterol tinggi tidak menyebabkan gejala apa pun, tapi tetap bisa membahayakan kesehatan.

kolesterol-tinggi-alodokter
Protein mengandung dan membawa masuk kolesterol ke dalam darah. Kombinasi dua zat ini disebut lipoprotein. Liporotein dibagi menjadi dua, yaitu lipoprotein pelindung atau kolesterol baik (HDL) dan lipoprotein berbahaya atau kolesterol jahat (LDL).
HDL atau lipoprotein dengan kepadatan tinggi disebut kolesterol baik karena HDL mengangkut kolesterol dari sel-sel dan kembali ke hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.
Sedangkan LDL atau lipoprotein dengan kepadatan rendah adalah kebalikan dari HDL. LDL mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel yang membutuhkannya. Jika jumlah kolesterol tersebut melebihi yang dibutuhkan, maka kolesterol itu akan mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat.
Kadar kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi, tergantung apakah orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk terkena penyakit arteri. Jumlah kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melakukan tes darah.
Menurut data WHO, sekitar 35% penduduk Indonesia mempunyai kolesterol yang lebih tinggi dari normal.

Dampak dan penyebab kolesterol yang tinggi

Kolesterol dapat mengendap pada dinding arteri, maka aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terhambat. Jadi kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke, baik kecil dan besar, dan serangan jantung.
Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang tersebut stres atau melakukan kegiatan fisik. Selain itu kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner.
Jika tidak mengubah pola makan dan tidak berhenti merokok, penderita kolesterol tinggi akan lebih berisiko terkena stroke atau penyakit jantung. Pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
Selain itu, risiko penderita juga meningkat jika dia menderita hipertensi, diabetes, atau memiliki keluarga yang menderita penyakit jantung atau stroke.
Kolesterol tinggi juga bisa disebabkan oleh suatu kondisi yang berasal dari keturunan yang disebut sebagai familial hypercholesterolaemia (FH). Kadar kolesterol penderita kondisi ini tinggi meski telah mengonsumsi makanan sehat.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar kolesterol

Seseorang disarankan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah jika dia kelebihan berat badan, mempunyai tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Diagnosis kadar kolesterol juga dianjurkan jika seseorang memiliki keluarga dekat yang menderita penyakit akibat kolesterol, atau keluarga dekat yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular pada usia dini.
Bagi mereka yang pernah terdiagnosis memiliki penyakit jantung koroner, stroke kecil, atau penyakit arteri perifer juga akan disarankan melakukan pemeriksaan ini.

Cara mencegah atau menurunkan kadar kolesterol

Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang adalah langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah atau menurunkan kolesterol. Kandungan lemak dalam makanan harus rendah. Cobalah ganti konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran, serta sereal gandum. Dengan begitu, kadar kolesterol dalam tubuh akan tetap rendah.
Gaya hidup sehat juga bisa memberikan perubahan besar. Contohnya adalah dengan tidak merokok atau segera mulai melakukan olah raga secara rutin.
Jika saran-saran di atas tetap tidak mampu menurunkan kadar kolesterol Anda dan risiko penyakit jantung tetap mengintai, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan melakukan pengobatan dengan memberi Anda resep obat penurun kolesterol seperti statin.

7 Buah Terbaik untuk Penderita Diabetes



Banyak orang yang keliru bahwa penderita diabetes harus menghindari mengkonsumsi buah-buahan. Sebaliknya, buah menyediakan vitamin penting, mineral, serat dan fitokimia yang penting bagi kesehatan semua orang, termasuk penderita diabetes. Meskipun demikian penderita diabetes harus sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi buah-buahan. Secara khusus, penderita diabetes perlu mengetahui peringkat dari buah-buahan yang mereka pilih pada indeks glikemik. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat diubah menjadi glukosa darah. Sebuah glikemik peringkat indeks di bawah 50 adalah optimal bagi penderita diabetes.

Berikut adalah 7 Buah Terbaik untuk Penderita Diabetes :

1.  Apel
Apel  memiliki kandungan tinggi serat, vitamin C dan juga antioksidan. Apel juga mengandung pektin yang ditemukan pada kulit dan pulpa. Pektin membantu untuk detoksifikasi tubuh, menghilangkan produk limbah yang berbahaya. Pektin juga mengandung asam galacturonic yang telah terbukti untuk menurunkan kebutuhan insulin penderita diabetes hingga 35%. Buah Apel memiliki  indeks glikemik yang rendah berada pada peringkat 38.
2.  Jeruk bali
Jeruk bali memiliki kandungan tinggi serat larut dan juga vitamin C. Buah jeruk bali berada pada peringkat 25 indeks glikemik. Jeruk bali mengandung naringenin flavonoid yang membantu menyeimbangkan kadar insulin dan glukosa dalam darah. Penelitian telah menunjukkan bahwa makan satu sampai dua porsi jeruk bali setiap hari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.
3.  Buah Berry
Semua jenis berry memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dikarenakan kandungan tinggi serat, vitamin C, asam folat dan fitokimia. Berry adalah buah terendah karbohidrat dan rendah indeks glikemik daripada semua buah-buahan lainnya. Berry membantu pencernaan dan penyerapan sukrosa yang  membantu mengontrol kadar gula darah.
4.  Jeruk
Jeruk memiliki peringkat 48 pada indeks glikemik. Serat yang tinggi dan kandungan vitamin C dari jeruk membantu mengontrol kadar gula darah. Jeruk mengandung naringenin yang membantu menyeimbangkan kadar insulin dan glukosa dalam darah. Jeruk yang rendah lemak dapat membantu anda yang menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko untuk diabetes.
5.  Ceri
Ceri memiliki salah satu peringkat terendah indeks glikemik berada pada nomber 22. Ceri mengandung antioksidan, beta karoten, vitamin C, kalium, magnesium, besi, serat dan juga folat. Ceri juga mengandung anthocyanin, bahan kimia alami yang bertanggung jawab untuk pewarna merah tua  pada buah. Anthocyanin membantu menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan produksi insulin hingga 50%.
6.  Pir
Pir mengandung serat, vitamin A, B1, B2, C, E, asam folat, niasin, tembaga, fosfor, kalium, kalsium, besi dan magnesium. Pir memiliki peringkat 38 pada indeks glikemik. Pir Cina memiliki sifat yang paling baik, tetapi semua pir membantu penderita diabetes meningkatkan kadar gula darah. Pir membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memiliki sifat antioksidan.
7.  Kiwi
Buah kiwi dapat membantu mencegah asma, obesitas, kanker usus besar, penyakit jantung dan melindungi DNA dari mutasi. Buah kiwi mengandung vitamin C, E dan A, flavonoid dan berbagai mineral. Bahkan, buah kiwi mengandung vitamin C yang lebih banyak dari jeruk, dan juga kandungan kalium yang lebih dari pisang. Vitamin dalam buah kiwi memberikan perlindungan radikal bebas meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Buah kiwi juga  adalah buah yang mengandung tinggi serat yang membantu mengontrol kadar gula darah dan menurunkan kolesterol.


Sumber : 7 Buah Terbaik untuk Penderita Diabetes http://bidanku.com/7-buah-terbaik-untuk-penderita-diabetes#ixzz3Ggoug0fU